Tumpukan lembaran atap spandek galvalum profil trimdek untuk konstruksi bangunan industri.

Kenapa Spandek Galvalum Adalah Pilihan Terbaik untuk Atap Rumah Anda?

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa ruko, gudang, gedung komersial, atau bahkan kanopi carport mobil hampir selalu menggunakan spandek galvalum? Ini bukan kebetulan saja, lho! Ada beberapa alasan logis, baik secara ekonomis maupun durabilitas.

Terlebih jika Anda perhatikan, banyak bangunan tua yang menggunakan atap tanah liat oranye yang sangat khas, atau seng yang meledak popularitasnya di tahun 80-an. Lalu kenapa di era sekarang, baik developer maupun proyek pribadi lebih memilih spandek galvalum? Let’s dive in!

Ketahanan Karat Luar Biasa di Iklim Tropis

Jakarta merupakan salah satu daerah dengan tingkat kelembapan tertinggi di dunia. Musuh terbesar dari segala perangkat besi adalah karat, dan penyebab utama korosi adalah air serta kelembapan.

Spandek galvalum dibuat dari coil galvalum yang dilapisi oleh Aluminium-Zinc Alloy. Lapisan ini memiliki ketahanan karat yang sangat tinggi, sehingga sangat cocok untuk iklim tropis seperti Jakarta yang memiliki curah hujan relatif tinggi.

Rumah Lebih Adem

Sekilas, seng dan galvalum hampir tidak bisa dibedakan. Secara intuisi, kita mungkin mengira keduanya tidak jauh berbeda karena sama-sama mengkilap, bukan? Namun ternyata, ada perbedaan masif pada cara keduanya bereaksi terhadap panas matahari.

Seng, pada hakikatnya memantulkan cahaya seperti galvalum. Tetapi, karena lapisan (coating) permukaannya merupakan 100% Zinc, ia justru menjadi salah satu penyerap panas paling efisien. Di sisi lain, galvalum tidak seefektif seng dalam menyerap panas.

Mungkin Anda bertanya, kenapa menyerap panas itu buruk? Karena seng tidak hanya menyerap panas, tetapi juga menghantarkannya ke sisi yang suhunya lebih rendah—yaitu ke dalam rumah Anda. Itulah penyebab mengapa rumah dengan atap seng terasa jauh lebih panas. Terlebih lagi, galvalum memiliki coating 55% Aluminium yang mampu memantulkan hingga 90% total sinar matahari.

Beban Ringan, Biaya Rendah

Mungkin Anda berpikir: “Kalau ingin sejuk, kenapa tidak pakai atap tanah liat klasik saja?” Jawabannya sederhana: Masalah bobot. Untuk menopang atap tanah liat yang berat dan padat, struktur bangunan Anda harus benar-benar ekstra kuat (dan mahal). Spandek galvalum sangat ringan sehingga proses pemasangannya jauh lebih sederhana dan cepat. Selain itu, tanah liat adalah material yang rapuh terjatuh sedikit saja maka akan pecah. Memang harga satuannya terlihat murah, namun biaya penunjang seperti penguatan struktur (reinforcement) dan upah tenaga kerja untuk proses memasangan atap tanah liat yang relative lama membuat total biaya atap tanah liat seringkali lebih mahal daripada spandek galvalum.

Kontra

Tidak bisa dipungkiri, spandek galvalum bukanlah material atap yang ajaib yang tidak memiliki kelemahan sama sekali. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

  • Estektika
    • Desain dan pilihan warnanya cenderung generik dan sangat industrial.
  • Kebisingan
    • Jakarta sebagai salah satu daerah dengan curah hujan tertinggi di dunia ( 000+ mm / tahun menurut data BMKG ) , memiliki spandek galvalum sebagai atap beresiko mengganggu ketentraman anda.

Solusi? Spandek Pasir Galvalum

Di sinilah Spandek Pasir Galvalum hadir menjawab tantangan tersebut. Material ini memiliki lapisan permukaan bertekstur pasir yang sangat baik dalam meredam suara bising hujan karena sifat akustiknya. Dari aspek estetika, spandek pasir hadir dalam berbagai pilihan warna yang bisa disesuaikan dengan arsitektur rumah Anda.

Pilih Distributor Terpercaya Memilih siapa yang mensuplai bahan bangunan sama pentingnya dengan memilih material itu sendiri. Di JLSTEEL (Star Jaya Lestari), kami memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam pengadaan segala jenis bahan bangunan berbahan besi dan baja ringan, terutama spandek galvalum untuk keperluan residensial maupun industrial.

Klik tombol WhatsApp di bawah untuk dapatkan penawaran menarik sekarang!

Scroll to Top